
Bandar Lampung (Nanratu.id) — Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai menunjukkan dinamika yang semakin menarik. Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila, Prof. Dr. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dengan masuknya Prof. Rudy, jumlah akademisi yang telah menyerahkan berkas pendaftaran dalam penjaringan Bakal Calon Rektor Unila periode 2027–2031 menjadi empat orang.
Sebelumnya, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. tercatat sebagai pendaftar pertama pada 18 Agustus 2026. Sehari kemudian, Dr. Budiyono, S.H., M.H., menyerahkan berkas sebagai pendaftar kedua. Selanjutnya, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., menjadi pendaftar ketiga pada 20 Agustus 2026.
Sementara itu, berdasarkan jadwal resmi Panitia Pemilihan Rektor Unila, masa pendaftaran Bakal Calon Rektor berlangsung pada 14 Agustus hingga 4 September 2026. Dengan demikian, pendaftaran Prof. Rudy masih berada dalam tahapan penjaringan yang telah ditetapkan.
Dalam proses pendaftaran tersebut, Prof. Rudy tampak hadir didampingi Farhat Abbas dan Elsa Syarif. Kehadiran kedua tokoh tersebut turut menarik perhatian dalam momentum pendaftaran Prof. Rudy sebagai Bakal Calon Rektor Unila periode 2027–2031.
Farhat Abbas dikenal sebagai advokat dan figur publik, sedangkan Elsa Syarif merupakan advokat yang juga memiliki pengalaman di bidang hukum. Keduanya hadir mendampingi Prof. Rudy dalam proses penyerahan berkas pendaftaran.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari momentum penting ketika Prof. Rudy secara resmi menyatakan kesiapannya mengikuti rangkaian proses Pemilihan Rektor Unila.
Meski demikian, proses pemilihan rektor tetap berlangsung berdasarkan mekanisme dan ketentuan resmi yang telah ditetapkan Universitas Lampung. Kehadiran Farhat Abbas dan Elsa Syarif dalam proses pendaftaran tidak secara otomatis dapat dimaknai sebagai dukungan institusional terhadap pencalonan Prof. Rudy.
Prof. Rudy merupakan Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila. Ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor Unila Bidang Umum dan Keuangan.
Sebelum memastikan diri maju dalam kontestasi Pilrek Unila, nama Prof. Rudy memang telah masuk dalam bursa akademisi yang disebut-sebut berpotensi mengikuti penjaringan Bakal Calon Rektor periode 2027–2031.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut Prof. Rudy sebagai salah satu nama yang diperhitungkan dalam bursa Pilrek Unila. Namun, pada saat itu yang bersangkutan belum memberikan kepastian terkait pencalonannya.
Kepastian mengenai langkahnya maju dalam Pilrek Unila kemudian disampaikan Prof. Rudy menjelang pendaftaran. Ia menyatakan akan menyerahkan berkas pendaftaran dan meminta doa agar proses tersebut berjalan lancar.
Masuknya Prof. Rudy membuat peta awal penjaringan Bakal Calon Rektor Unila periode 2027–2031 kini diisi sedikitnya empat nama yang telah menyerahkan berkas.
Keempatnya adalah:
- Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. — pendaftar pertama, 18 Agustus 2026;
- Dr. Budiyono, S.H., M.H. — pendaftar kedua, 19 Agustus 2026;
- Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes. — pendaftar ketiga, 20 Agustus 2026; dan
- Prof. Dr. Rudy, S.H., LL.M., LL.D. — pendaftar keempat, 28 Agustus 2026.
Meskipun telah menyerahkan berkas pendaftaran, seluruh nama tersebut masih berada dalam tahapan Bakal Calon Rektor. Status tersebut berbeda dengan calon rektor yang nantinya ditetapkan setelah melewati seluruh tahapan penyaringan.
Dalam jadwal resmi Pilrek Unila, setelah masa pendaftaran berakhir, proses akan dilanjutkan dengan tahapan penjaringan dan penyaringan. Pengumuman hasil penjaringan Bakal Calon Rektor dijadwalkan pada 15 Oktober 2026.
Selanjutnya, Senat Unila dijadwalkan melakukan penilaian dan menetapkan tiga calon rektor pada 29 Oktober 2026. Tiga nama tersebut kemudian disampaikan kepada Kementerian pada 30 Oktober 2026.
Adapun pemilihan calon rektor oleh Senat bersama Kementerian dijadwalkan berlangsung pada November–Desember 2026, sedangkan penetapan dan pelantikan rektor terpilih dijadwalkan pada 18 Januari 2027, dengan beberapa tahapan tersebut masih berstatus tentatif sesuai jadwal resmi.
Dalam keterangannya menjelang pendaftaran, Prof. Rudy belum membeberkan secara rinci program maupun visi yang akan ditawarkan apabila terpilih memimpin Unila.
Ia menyatakan ingin menjalani proses tersebut secara bertahap dan untuk sementara fokus pada proses pendaftaran serta kelengkapan administrasi.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa agenda terdekat Prof. Rudy adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi sebelum memasuki tahapan berikutnya dalam Pilrek Unila 2027–2031.
Dengan pendaftaran Prof. Rudy, persaingan awal Pilrek Unila 2027–2031 kini semakin terbuka. Empat akademisi telah resmi menyerahkan berkas pendaftaran, sementara masa pendaftaran masih berlangsung hingga 4 September 2026. Kondisi tersebut masih memungkinkan munculnya nama-nama lain hingga masa pendaftaran ditutup.
Karena itu, persaingan Pilrek Unila belum dapat dipandang sebagai pertarungan akhir. Seluruh Bakal Calon masih harus mengikuti rangkaian tahapan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya, proses penyaringan akan menentukan tiga nama yang maju sebagai calon rektor untuk kemudian mengikuti tahapan pemilihan.
Dengan semakin banyaknya akademisi yang masuk dalam penjaringan, perhatian publik pun akan tertuju pada gagasan, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, serta visi masing-masing kandidat dalam membawa Universitas Lampung menghadapi tantangan pendidikan tinggi pada periode 2027–2031.









Komentar